Selamat Datang di Website Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
BERITA

BPBD membentuk MPA di Kumai

Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (@) bersama Manggala Agni Daops Pangkalan Bun, melaksanakan kegiatan Pembentukan dan Pembinaan

selengkapnya »
PERINGATAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Himawari-8 IR Enhanced

Pada produk Himawari-8 EH menunjukkan suhu puncak awan yang didapat dari pengamatan radiasi pada panjang gelombang 10.4 mikrometer yang kemudian diklasifikasi dengan pewarnaan tertentu, dimana warna hitam atau biru menunjukkan tidak terdapat pembentukan awan yang banyak (cerah), sedangkan semakin dingin suhu puncak awan, dimana warna mendekati jingga hingga merah, menunjukan pertumbuhan awan yang signifikan dan berpotensi terbentuknya awan Cumulonimbus.

Himawari-8 Geohotspot

Potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat teramati dengan citra satelit Himawari-8 dengan menggunakan data suhu kecerahan kanal infrared untuk filtering awan, serta menentukan anomali suhu panas yang menunjukkan potensi terjadi kebakaran hutan (titik merah).Selain itu ditampilkan juga citra RGB pada kanal visibel dan near infrared untuk mendeteksi sebaran asap (warna coklat) untuk lebih memastikan didaerah tersebut terjadi kebakaran.

Himawari-8 Rainfall Potential

Produk turunan Himawari-8 Potential Rainfall adalah produk yang dapat digunakan untuk mengestimasi potensi curah hujan, yang disajikan berdasarkan kategori ringan, sedang, lebat, hingga sangat lebat, dengan menggunakan hubungan antara suhu puncak awan dengan curah hujan yang berpotensi dihasilkan.

LAPORAN
SOSMED KAMI
TUPOKSI

Dalam melaksanakan fungsi, Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mempunyai uraian tugas :

  1. Merencanakan program Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan sesuai dengan rencana program BPBD dan petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas di lingkungan BPBD;
  2. Merumuskan kebijakan di Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada prabencana serta pemberdayaan masyarakat berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku;
  3. Membagi tugas kepada Kepala Seksi dan Stafnya di lingkungan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan sesuai dengan fungsinya masing-masing agar semua tugas dapat terlaksana dengan baik dan lancar;
  4. Memberi petunjuk kepada Kepala Seksi dan Staf di lingkungan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  5. Mengkoordinasikan dan melaksanakan kebijakan di bidang pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan pada prabencana serta pemberdayaan masyarakat;
  6. Memantau, evaluasi dan analisis pelaporan tentang pelaksanaan kebijakan di bidang pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan pada prabencana serta pemberdayaan masyarakat;
  7. Mengkoordinasikan, membina, mengendalikan dan mengevaluasi kesiapsiagaan terhadap potensi bencana;
  8. Mengkoordinasikan, membina, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan peringatan dini terjadinya bencana;
  9. Melaporkan pelaksanaan tugas di lingkungan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku untuk pertanggungjawaban dan rencana yang akan datang;
  10. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Pelaksana sesuai bidang tugas dan tanggungjawabnya.

Dalam melaksanakan fungsi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik mempunyai uraian tugas:

  1. Merencanakan program Bidang Kedaruratan dan Logistik sesuai dengan rencana program BPBD dan petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas di lingkungan BPBD;
  2. Merumuskan kebijakan di bidang penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat, penanganan pengungsi dan dukungan logistik berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku;
  3. Membagi tugas kepada Kepala Seksi dan stafnya di lingkungan Bidang Kedaruratan dan Logistik sesuai dengan fungsinya masing-masing agar semua tugas dapat terlaksana dengan baik dan lancar;
  4. Memberi petunjuk kepada staf di lingkungan Bidang Kedaruratan dan Logistik sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  5. Mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat,penyelamatan dan evakuasi, penanganan pengungsi dan dukungan logistik;
  6. Mengkoordinasikan, membina, mengendalikan kegiatan oprasional dan penanganan pemadam kebakaran;
  7. Memantau, evaluasi dan analisis pelaporan tentang pelaksanaan kebijakan di bidang penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat, penanganan pengungsi dan dukungan logistik;
  8. Melaporkan pelaksanaan tugas di lingkungan Bidang Kedaruratan dan logistik sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku untuk pertanggungjawaban dan rencana yang akan datang;
  9. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Pimpinan sesuai bidang tugas dan tanggungjawabnya.

Dalam melaksanakan fungsi, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi mempunyai uraian tugas:

  1. Merencanakan program Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi sesuai dengan rencana program BPBD dan petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas di lingkungan BPBD;
  2. Merumuskan kebijakan di bidang penanggulangan bencana dan pasca bencana berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku;
  3. Membagi tugas kepada Kepala Seksi dan Stafnya di lingkungan Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi sesuai dengan fungsinya masing-masing agar semua tugas dapat terlaksana dengan baik dan lancar;
  4. Memberi petunjuk kepada Kepala Seksi dan Staf di lingkungan Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  5. Mengkoordinasikan dan melaksanakan kebijakan di bidang penanggulangan bencana dan pasca bencana berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku;
  6. Mengkoordinasikan, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan perbaikan sarana dan prasarana umum;
  7. Mengkoordinasikan, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pemulihan sosial ekonomis;
  8. Mengkoordinasikan, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pengembangan partisipasi lembaga dan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan masyarakat;
  9. Memantau, evaluasi dan analisis pelaporan tentang pelaksanaan kebijakan di bidang penanggulangan bencana dan pasca bencana;
  10. Melaporkan pelaksanaan tugas di lingkungan Bidang Rehablitasi dan Rekonstruksi sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku untuk pertanggungjawaban dan rencana yang akan datang;
  11. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Pelaksana sesuai bidang tugas dan tanggungjawabnya.

Dalam melaksanakan fungsi, Sekretaris mempunyai uraian tugas :

  1. Merencanakan program di Sekretariat sesuai dengan rencana program BPBD dan petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas di lingkungan BPBD;
  2. Menyusun Rencana Strategis dan Rencana Kerja BPBD berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku;
  3. Menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja BPBD sebagai pertanggungjawaban Kepala BPBD kepada Bupati;
  4. Membagi tugas kepada Kepala Sub Bagian dan Stafnya di lingkungan Sekretariat sesuai dengan fungsinya masing-masing agar semua tugas dapat terlaksana dengan baik dan lancar;
  5. Memberi petunjuk kepada Kepala Sub Bagian dan Staf di lingkungan Sekretariat sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  6. Mengkoordinasikan, sinkronisasi dan integrasi program perencanaan dan perumusan di lingkungan BPBD agar semua tugas dapat terlaksana dengan baik dan lancar;
  7. Melaksanakan pembinaan dan pelayanan administrasi ketatausahaan, hukum dan peraturan perundang-undangan, organisasi, tatalaksana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, keuangan, perlengkapan dan rumah tangga serta hubungan masyarakat dan protokol;
  8. Memfasilitasi pelaksanaan tugas dan fungsi unsur pengarah penanggulangan bencana berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku;
  9. Mengumpulkan data dan informasi kebencanaan di wilayahnya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku;
  10. Mengevaluasi kegiatandi lingkungan Sekretariat dengan cara membandingkan rencana dengan kegiatan yang telah dilaksanakan untuk pelaporan pelaksanaan kegiatan;
  11. Membuat laporan penyelenggaraan penanggulangan bencana kepada pimpinan sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku sebagai bahan pertanggungjawaban;
  12. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Pelaksana sesuai bidang tugas dan tanggungjawabnya.